05/09/11

Si Religius jauh dari Stres sudah Terbukti..!


Terkadang kita menghadapi suatu masalah yang benar-benar berat, kita sudah upayakan semua yang kita bisa, sudah kita coba semua cara untuk memecahkan masalah, ternyata masih juga belum terpecahkan. bila hal tersebut sudah terjadi, maka kita harus ingat untuk berdoa, karena pasti ada yang lebih berkuasa dari kita kan? Selain itu Doa akan memulihkan semangat, demikian menurut studi yang dipublikasikan di Social Psychology Quarterly.

Menurut studi, orang-orang yang hidupnya menderita oleh kekerasan dalam rumah tangga, tetap mampu mengelola perasaannya secara positif karena mereka berdoa. Mereka tetap bersikap tenang dalam menghadapi semua masalah tanpa merasa rendah diri. Mereka mampu memahami persoalan lebih jernih, dikutip dari Genius Beauty.

Sebuah penelitian sebelumnya menemukan, 75 persen orang Amerika berdoa secara teratur untuk mengendalikan emosi mereka ketika merasa sedih, tertindas, terlalu cemas, atau syok.

Sebuah komentar dari Shane Sharp, pakar dari University of Wisconsin-Madison, berdoa akan membantu memahami proses batin yang kemudian dapat menenangkan dan memperkuat diri.

Doa memungkinkan individu untuk melihat diri sendiri melalui mata Tuhan. Doa akan meningkatkan keyakinan diri, dan memahami setiap ketidakadilan yang dialami.

Dalam kasus kekerasan suami istri, kata Sharp, korban akan lebih mampu mengelola kemarahannya dan memaafkan kesalahan pasangannya melalui doa. Memaafkan orang lain akan membuat hidup menjadi lebih mudah karena doa mampu mengurangi rasa sakit. selain itu daripada kita berpikir untuk membalas kesalahan orang yang berbuat salah ke kita, lebih baik kita berpikir untuk hal lain kan? 

Ada juga penelitian lain, ketika menghadapi sebuah konflik atau situasi yang sulit, orang yang religius ternyata lebih mampu untuk bertahan dan berlanjut merasakan kebahagiaan dibandingkan dengan mereka yang ateis. Seperti dikutip dari medicmagic, hasil itu diungkapkan oleh sebuah penelitian yang dilakukan sebuah tim dari University of Illinois bersama Gallup Organization,yang kemudian dirilis dalam jurnal Personality and Social Psychology,pada bulan Agustus 2011.

Para peneliti menganalisa data yang dikumpulkan dari tahun 2005 hingga 2009 di 150 negara yang berbicara mengenai kepercayaan, kepuasan hidup, dan dukungan sosial. Secara umum, para peneliti menemukan bahwa agama menghasilkan dukungan emosional ketika kebutuhan dasar seperti makanan, pekerjaan, ketentraman, dan pendidikan tak tercapai.

Orang yang religius cenderung merasa lebih berharga dan memiliki pikiran negatif yang lebih rendah ketimbang mereka yang tidak religius.

Ada juga cara lain untuk menjauhkan dari stress, bagi yang tertarik klik DISINI

2 komentar:

  1. setuju, Karena Doa kita berhubungan langsung dengan Tuhan, Yang maha mebolak-balikkan hati dan perasaan :)

    BalasHapus
  2. @Khusnul Khotimah: Sama nich mbak kita,hehe..

    BalasHapus

Masa sih cuma baca2 dooang..Kasih Komen lho.....hehe...

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Artikel Menarik lain