27/05/13

11 Makanan Sehat Pencegah Kanker

Berdasarkan data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), setiap tahun penderita kanker di dunia bertambah 6,25 juta orang. 

Penyakit ini ditakuti karena tak jarang penderitanya berujung pada kematian. Kanker ternyata tidak bisa hanya dilawan melalui pengobatan medis. 

Anda juga harus melawannya dengan pengaturan pola makan dan pola hidup yang sehat dan benar. Salah satu caranya adalah mengasup sayur yang memiliki kandungan nutrisi pembunuh sel kanker. 

Kami membuat daftar 11 jenis makanan terbaik untuk melawan kanker tersebut. Mari kita hitung mundur.

11. Labu Kuning. Labu kuning atau waluh, mengandung karotenoid (betakaroten), karbohidrat, vitamin A, C, E, K, mineral seperti kalium, kalsium, fosfor, besi serta asam folat. Warna kuning pada labu menandakan kandungan karoten yang tinggi.

Betakaroten ini berfungsi mencegah efek radikal bebas yang bisa merusak struktur sel DNA. Betakaroten juga berfungsi sebagai antioksidan super yang mencegah perkembangan superoksida dan peroksida, biang kerok penuaan dini. 

Waluh bisa mengurangi risiko kanker nasofering, pencernaan dan serviks. Bonusnya, gangguan ginjal dan kandung kemih teratasi. Waluh juga meningkatkan daya tahan tubuh, mengatasi demam dan mengatasi infeksi karena sifatnya yang antiradang.

10. Kedelai. Soal kedelai, Anda pasti lebih tahu kandungan proteinnya yang tinggi. Namun, kedelai punya zat aktif pelawan kanker bernama genistein. Dalam Journal of the National Cancer Institute, disebutkan bahwa genistein diduga zat aktif antikanker yang bekerja dengan melemahkan sel kanker sehingga pertumbuhan kanker melambat dan tidak berkembang. 

Selain itu, zat isoflavon di dalamnya berfungsi melindungi sel dari efek buruk kelebihan hormon estrogen. Kedelai baik untuk mengurangi risiko terkena kanker payudara dan prostat.

9. Bayam Merah/Hijau. Mengandung zat antioksidan tinggi dan zat gizi seperti vitamin A, C, E, K, B1, B6, serta mineral seperti kalium, kalsium, besi dan masih banyak lagi. Bayam juga mengandung fitonutrisi yang melemahkan sel kanker dan mengurangi radang (salah satu proses dasar perkembangan kanker).

Beberapa kanker yang bisa dicegah dengan bayam antara lain kanker usus besar, prostat, payudara dan pencernaan. Jika Anda memilih bayam merah, lebih baik lagi. Karena warna merahnya menandakan tingginya kandungan lycopene. 

Selain itu, pigmen merahnya juga mengandung flavonoid dan antosianin yang aktif sebagai zat antikanker dan antiradang. Hanya saja, perhatikan bagi penderita asam urat, karena bayam memiliki kandungan purin yang cukup tinggi.

8. Bawang Putih. National Cancer Institute di Amerika Serikat tidak menyarankan asup suplemen untuk mencegah kanker. Namun, NCI menyebutkan bahwa bawang putih adalah jenis sayuran yang berpotensi antikanker. 

Bawang putih juga mengandung zat arginine, oligosaccharides, flavonoid, dan selenium serta bersifat antiradang dan antibakteri. Baunya yang menyengat berasal dari kandungan sulfur yang tinggi, yaitu allyl sulfur yang bisa memperlambat kerusakan sel tubuh akibat perkembangan sel kanker.

7. Wortel. Warna jingga pada wortel menandakan bahwa kandungan betakaroten di dalamnya tinggi. Betakaroten ini berfungsi menangkal radikal bebas atau polusi yang bersifat karsinogen. Selain itu ada kandungan antioksidan alami lain dalam wortel bernama alfakaroten. 

Pria yang mengasup alfakaroten dosis tinggi memiliki risiko terkena kanker paru-paru lebih rendah. Sebuah studi yang dimuat Journal of Agricultural and Food Chemistry juga menyebutkan, falcarinol, salah satu fitonutrisi alami dalam wortel bisa mengurangi risiko kanker hingga sepertiganya. Falcarinol membantu melindungi wortel dari jamur dan pestisida

6. Brokoli. Nutrisi utamanya tentu saja serat. Brokoli adalah sumber makanan kaya mineral seperti thiamin, niacin, asam pantothenat, kalsium, besi, selenium, vitamin A, C, B6, folat, magnesium dan fosfor. 

Namun zat aktif yang melawan kanker pada brokoli adalah isothiocyanate yang juga bisa ditemukan pada selada air, kubis, kembang kol, dan brussel sprout. 

Zat tersebut berfungsi menghentikan perkembangan sel kanker. Brokoli juga mengandung zat kuat sulforaphane yang membantu meningkatkan kekebalan tubuh melawan sel kanker. Namun, hati-hati dalam mengolah brokoli, jika terlalu matang, ada 90 persen zat antikanker yang hilang. Rebus/kukus brokoli sebentar saja.

5. Ubi Merah. Sama seperti labu kuning dan wortel, kandungan betakaroten pada ubi merah juga tinggi. Ubi merah juga mengandung zat saponin, flavonoid, dan polifenol yang aktif berfungsi sebagai antioksidan dan antikanker. Zat saponin bersifat antiradang dan antikarsinogenik, yaitu mencekal zat-zat dari luar tubuh yang berpotensi menjadi sel kanker di dalam tubuh. 

Selain itu, kandungan vitamin C, vitamin E, betakaroten, serat, karbohidrat kompleks, dan rendah kalori juga bisa menjaga tingkat gula darah. Ubi merah sangat baik bagi manula karena vitamin B (B6 dan asam folat) di dalamnya bisa menghindarkan dari penyakit kepikunan.

4. Teh Hijau. Mengandung beberapa zat antioksidan seperti polifenol atau katekin yang bisa mencegah sel-sel kanker semakin berkembang. Menurut laporan sebuah studi yang dimuat Journal of Cellular Biochemistry, zat polifenol ini tak hanya terdapat dalam teh hijau, tapi juga tinggi dalam red wine dan minyak zaitun. 

Teh hijau yang sudah dikeringkan, memiliki kandungan polifenol hingga 40 persen dari beratnya dan berfungsi mengurangi risiko kanker pencernaan, paru-paru, usus besar, liver dan pankreas. 

Hasil riset yang diterbitkan British Journal of Nutrition menyebutkan, mengonsumsi 2 cangkir teh hijau setiap hari selama sebulan bisa menurunkan tingkat kerusakan DNA hingga 20 persen. Anda bisa bebas kanker dan awet muda!

3. Tomat. Tomat kaya akan lycopene, antioksidan yang mencegah radikal bebas penyebab kanker. Akan lebih baik jika diasup dalam bentuk saus tomat atau pasta tomat yang dimasak. Hebatnya, semakin panas, lycopene dalam tomat semakin terbentuk. 

Tomat juga mengandung vitamin C yang tinggi. Mengasup lycopene bisa mengurangi risiko kanker payudara, prostat, pankreas dan usus besar. Untuk penyerapan lebih baik oleh tubuh, masaklah tomat dengan sedikit minyak.

2. Lobak. Lobak kaya akan asam folat, vitamin C dan antosianin. Zat-zat ini sangat efektif melawan kanker. Lobak juga baik untuk mengobati poenyakit-penyakit pencernaan dan membersihkan ginjal. Namun, zat aktif yang memberikan manfaat melawan kanker adalah allyl isothiocyanate. 

Kandungan isothiocyanate dalam lobak jauh lebih terkonsentrasi/pekat ketimbang yang ada pada brokoli, yaitu 10 kali lebih kuat. Selain itu, lobak juga mengandung raphanin, zat aktif yang berkhasiat antibiotik. Komponen sulfurnya adalah methanethiol yang berkhasiat sebagai antikanker.

1. Bit Merah. Dr. Ferenczi dari Csoma Hospital di Hungaria telah menggunakan bit merah mentah untuk menyembuhkan kanker. Efeknya sama kuatnya dengan injeksi vitamin C berdosis tinggi. Sayangnya, jika terlalu banyak makan bit merah, tak hanya kanker yang bisa dimusnahkan. Liver Anda pun berisiko rusak karena efek detoksifikasinya yang kuat. 

Tim peneliti di University of Wisconsin-Madison, AS., menyimpulkan, pigmen pada bit merah bisa mendongkrak level protein yang disebut enzim fase II, yaitu enzim yang membantu detoksifikasi sel yang berpotensi jadi sel kanker. Hasil penelitian ini dimuat dalam Journal of Agricultural and Food Chemistry.














10/05/13

Hindari Bad Mood, Dengan Trik Berikut


Punya mood happy sepanjang hari itu sebenarnya gampang. Tidak harus menuntut hari itu mulus dan tanpa masalah. Bahkan, sebenarnya sekalipun Anda menemui banyak masalah, Anda tetap bisa memiliki mood happy kok.

Rahasianya satu. Mood sepanjang hari sebenarnya ditentukan oleh 10 menit pertama saat bangun tidur Anda.

Coba Anda ingat-ingat lagi, apa yang biasanya Anda lakukan saat bangun pagi? Sebagian besar sahabat Vemale mengaku selalu mengecek ponselnya, BBM, Twitter, Email, Facebook, dan lain sebagainya untuk mengawali hari. Pantaslah kalau hari Anda jadi kacau dan hilang mood.

Mulai sekarang, apabila Anda ingin sepanjang hari Anda bahagia, ikuti saran kami.

Diawali dari menit pertama...

Menit pertama Anda membuka mata, duduklah perlahan dan ambil nafas dalam 2-3 kali serta menghembuskan perlahan.

Menit berikutnya...

Rapikan tempat tidur Anda. Dalam bukunya yang berjudul THE HAPPINESS PROJECT, Gretchen Rubin mengatakan bahwa mengawali rutinitas dengan kerapian akan membawa efek positif pada segala hal sepanjang hari. Simple saja, dengan merapikan tempat tidur, maka salah satu kekhawatiran Anda di pagi hari telah terselesaikan. Kini saatnya Anda melangkah ke tugas berikutnya.

Menit selanjutnya...

Mendengarkan musik yang bersemangat akan membuat tubuh dan pikiran lebih rileks. Sebagian besar hasil penelitian menunjukkan bahwa musik dapat membantu menyeimbangkan tekanan darah, mengurangi stress pada tubuh serta membangkitkan semangat.

Menit selanjutnya...

Lakukan stretching ringan agar tubuh terasa lebih segar dan rasa lelahnya hilang terbawa udara pagi. Hal ini akan memberikan efek yang berbeda pada wajah dan menghilangkan kantuk Anda.

Saat Anda sudah 100% bangun, maka Anda bisa bersiap ke kamar mandi dan bersiap berangkat.

Menit terakhir...

Bercermin akan membantu meningkatkan mood Anda di pagi hari. Dan langkah pertama saat bercermin adalah tersenyum sekalipun Anda mendapati tiba-tiba ada jerawat bandel yang menyelinap di wajah Anda.

Lebih baik hindari mengawali hari dengan stalking Twitter mantan atau membaca email pekerjaan. Sangat penting untuk menghujani diri Anda dengan 10 menit perhatian yang maksimal.












ref

07/05/13

Makin Cantik Setelah Menghindari Cermin...?


Biasanya, wanita identik dengan sering berkaca karena ingin memastikan apakah ia terlihat oke dan tidak ada yang luput satu apapun. Mulai dari gaya rambut hingga sepatu yang dikenakan pasti akan menjadi perhatian khusus, apalagi di pagi hari, wanita sering menghabiskan waktu lama untuk memastikan bahwa penampilan mereka sudah sempurna.

Namun, sepertinya itu tidak terjadi pada Kjerstin Gruys. Karena obsesinya ingin tampil cantik, ia malah menghindar dari cermin dan tidak ingin melihat pantulan dari dirinya sendiri. Ini terjadi ketika ia mulai merasa bahwa ia sudah gemuk. Pada umur 16 tahun, ia mulai menghindari jam makan siang untuk mengurangi berat badannya. Ia bahkan akhirnya mengidap anoreksia.

Parahnya, pada umur 28 tahun ia yang saat itu akan menikah dengan kekasihnya Michael tidak menemukan satupun gaun yang membuatnya merasa cantik. Ternyata, itu bukanlah karena gaunnya yang tidak cantik namun Kjerstin yang tetap berpikiran bahwa cantik berarti skinny atau kurus. Ia bahkan berpikir bahwa calon suaminya salah memilihnya.

Karena terinspirasi oleh sebuah novel, ia pun mulai menghindari cermin. Ia berpikir bahwa dengan tidak melihat pantulan dirinya di cermin maka kekhawatiran juga akan menghilang sendirinya. Michael pun memberi support dengan menutupi semua cermin dengan gorden. Ini merupakan hal yang menantang dan juga membingungkan karena Kjerstin mulai menghadapi beberapa hal seperti make up dan hair do yang harus ia lakukan tanpa melihat cermin.

Hingga akhirnya hari pernikahannya tiba, ia tetap mengenakan make up tanpa melihat cermin dan melakukan tata rambut seperti yang ia lakukan satu tahun belakangan. Gaun yang selama ini ia khawatirkan akhirnya muat untuk dirinya. Ia pun menjalani hari pernikahan dengan senyum tersungging di bibirnya. Ketika ia bertanya tentang penampilannya, para tamu menanyakan kembali bagaimana perasaannya dan ia menjawab ia merasa menakjubkan hari itu.

Lima bulan setelah pernikahan, ia pun mengakhiri eksperiman tanpa cerminnya dan menemui dirinya yang cantik dan terlihat lebih 'segar' tanpa stres di cermin. Ini lah ia inginkan, terlihat sehat dan bahagia. bukan cantik karena make up. Ia melihat sosok wanita yang bahagia dan enerjik dan bukannya wanita yang 'tertekan' karena khawatir dengan penampilannya.

Yang menjadi kunci dari kisah dari Kjerstin Gruys adalah bagaimana seharusnya kita menerima diri kita dengan segala apa yang ada dan bukanya khawatir dengan bagaimana memodifikasi diri untuk terlihat cantik. Cantik memang menjadi hakikat dan keinginan dari setiap wanita, namun Anda pasti akan terlihat cantik jika Anda memulainya dengan menerima diri Anda sendiri bahwa Anda akan terlihat cantik dan sehat serta mengagumkan jika Anda percaya pada diri Anda sendiri bahwa Anda memang cantik, bahagia dan sehat. Itulah yang akan membuat Anda tetap cantik luar dan dalam.
















05/05/13

Bernyanyi Bersama membantu Menenangkan Otak


Rasa cemas yang berlebihan bisa menjadi salah satu bentuk penyakit mental. Untuk meredakannya, ada cara yang mudah, yaitu mengikuti paduan suara. Penelitian menunjukkan bahwa entah itu kelompok acapella atau paduan suara, bernyanyi bersama-sama bisa membantu menenangkan otak.

Penemuan yang diterbitkan dalam jurnal Psychology of Music ini menunjukkan bahwa bernyanyi dalam kelompok bisa menurunkan kadar kecemasan dalam diri seseorang, seperti dilansir oleh Huffington Post (28/04).

Penelitian yang dilakukan oleh peneliti di Abant Izzet Baysal University di turki ini dilakukan pada 35 orang. Mereka dipecah menjadi dua kelompok kontrol dan kelompok yang diikutkan dalam kegiatan paduan suara. Peneliti kemudian mengambil sampel air liur mereka untuk melihat efek positif atau negatifnya.

Hasilnya, peneliti menemukan bahwa kelompok yang mengikuti paduan suara memiliki tingkat kecemasan yang lebih rendah jika dibandingkan dengan kelompok kontrol. Kelompok kontrol diketahui memiliki tingkat kecemasan yang lebih tinggi.

Manfaat mengikuti paduan suara tak hanya untuk kesehatan mental melainkan juga kesehatan fisik. Penelitian yang dilakukan di Norwegia sebelumnya menemukan bahwa orang yang tergabung dalam kelompok paduan suara memiliki kesehatan yang lebih baik dan lebih mudah bergaul di tempat kerja, berdasarkan laporan ScienceNordic.

"Manfaat kesehatan bernyanyi bisa dirasakan baik secara fisik maupun mental," ungkap Graham Welch dari Institute of Education di University of London.

Welch menjelaskan bahwa manfaat bernyanyi bisa dirasakan baik fisik maupun mental karena menyanyi meningkatkan peredaran oksigen dalam darah dan mampu menurunkan tingkat stres dan kecemasan.















03/05/13

Cara Berpikir Positif Mempengaruhi Keberuntungan dan Kesuksesan..?


Apakah keberuntungan dan kesialan sudah suratan takdir? Adakah cara agar kita selalu jadi orang yang beruntung? Untuk mengetahui jawabannya, kita lihat penelitian berikut.

Dua sisi paradoks kehidupan ini rupanya menarik minat ilmuwan. Mengapa ada orang yang selalu beruntung, sementara sebaliknya ada yang sial dan sial lagi? Professor Richard Wiseman dari University of Hertfordshire Inggris, mencoba meneliti hal-hal yang membedakan orang-orang (merasa) beruntung dengan yang sial. Proyek penelitannya disebut: The Luck Project.

Metode penelitiannya sebagai berikut:
Wiseman merekrut sekelompok orang yang merasa hidupnya selalu untung, dan sekelompok lain yang hidupnya selalu sial. Memang kesannya seperti main-main, bagaimana mungkin keberuntungan bisa diteliti. Namun ternyata memang orang yang beruntung bertindak berbeda dengan mereka yang sial.

Dalam salah satu sesi The Luck Project ini, Wiseman memberikan tugas untuk menghitung berapa jumlah foto dalam koran yang dibagikan kepada 2 kelompok tadi. Orang-orang dari kelompok sial memerlukan waktu rata-rata 2 menit untuk menyelesaikan tugas ini. Sementara mereka dari kelompok si Untung hanya perlu beberapa detik saja! Lho kok bisa?

Ya, karena sebelumnya pada halaman ke-2, Wiseman telah meletakkan tulisan yang tidak kecil berbunyi "Berhenti menghitung sekarang! ada 43 gambar di koran ini". Kelompol sial melewatkan tulisan ini ketika asyik menghitung gambar.

Bahkan, lebih iseng lagi, di tengah-tengah koran, Wiseman menaruh pesan lain yang bunyinya: "Berhenti menghitung sekarang dan beritahu ke peneliti Anda menemukan ini, dan menangkan $250!". Lagi-lagi kelompok sial melewatkan pesan tadi! Memang benar-benar sial.

Singkatnya, dari penelitian yang diklaimnya "scientific" ini, Wiseman menemukan 4 faktor yang membedakan mereka yang beruntung dari yang sial:

1. Sikap terhadap peluang
Orang beruntung ternyata memang lebih terbuka terhadap peluang. Mereka lebih peka terhadap adanya peluang, pandai menciptakan peluang, dan bertindak ketika peluang datang.

Ternyata orang-orang yang beruntung memiliki sikap yang lebih rileks dan terbuka terhadap pengalaman-pengalaman baru. Mereka lebih terbuka terhadap interaksi dengan orang-orang yang baru dikenal, dan menciptakan jaringan-jaringan sosial baru. Orang yang sial lebih tegang sehingga tertutup terhadap kemungkinan-kemungkinan baru.


Sebagai contoh, ketika Barnett Helzberg seorang pemilik toko permata di New York hendak menjual toko permatanya, tanpa disengaja sewaktu berjalan di depan Plaza Hotel, dia mendengar seorang wanita memanggil pria di sebelahnya: "Mr. Buffet!" Hanya kejadian sekilas yang mungkin akan dilewatkan kebanyakan orang yang kurang beruntung. Tapi Helzber berpikir lain, ia berpikir jika pria di sebelahnya ternyata adalah Warren Buffet, salah seorang investor terbesar di Amerika, maka dia berpeluang menawarkan jaringan toko permatanya.

Maka Helzberg segera menyapa pria di sebelahnya, dan betul ternyata dia adalah Warren Buffet. Perkenalan pun terjadi dan Helzberg yang sebelumnya sama sekali tidak mengenal Warren Buffet, berhasil menawarkan bisnisnya secara langsung kepada Buffet, face to face. Setahun kemudian, Buffet setuju membeli jaringan toko permata milik Helzberg. Betul-betul beruntung.

2. Menggunakan intuisi dalam membuat keputusan
Orang yang beruntung ternyata lebih mengandalkan intuisi daripada logika. Keputusan-keputusan penting yang dilakukan oleh orang beruntung ternyata sebagian besar dilakukan atas dasar bisikan "hati nurani" (intuisi) daripada hasil otak-atik angka yang canggih.

Angka-angka akan sangat membantu, tapi final decision umumnya dari "gut feeling". Yang barangkali sulit bagi orang yang sial adalah, bisikan hati nurani tadi akan sulit kita dengar jika otak kita pusing dengan penalaran yang tak berkesudahan.

Makanya orang beruntung umumnya memiliki metoda untuk mempertajam intuisi mereka, misalnya melalui meditasi yang teratur. Pada kondisi mental yang tenang, dan pikiran yang jernih, intuisi akan lebih mudah diakses. Dan makin sering digunakan, intuisi kita juga akan semakin tajam.

3. Selalu berharap kebaikan akan datang
Orang yang beruntung ternyata selalu ge-er terhadap kehidupan. Selalu berprasangka baik bahwa kebaikan akan datang kepadanya. Dengan sikap mental yang demikian, mereka lebih tahan terhadap ujian yang menimpa mereka, dan akan lebih positif dalam berinteraksi dengan orang lain.

Coba saja lakukan tes sendiri secara sederhana. Tanya orang sukses yang kamu kenal, bagaimana prospek bisnis ke depan. Pasti mereka akan menceritakan optimisme dan harapan.

4. Mengubah hal yang buruk menjadi baik
Orang-orang beruntung sangat pandai menghadapi situasi buruk dan merubahnya menjadi kebaikan. Bagi mereka, setiap situasi selalu ada sisi baiknya.

Dalam salah satu tesnya Prof Wiseman meminta para relawan untuk membayangkan sedang pergi ke bank, dan tiba-tiba bank tersebut diserbu kawanan perampok bersenjata.


Reaksi orang dari kelompok sial umunya adalah: "Wah sial bener ada di tengah-tengah perampokan begitu". Sementara reaksi orang beruntung, misalnya adalah: "Untung saya ada di sana, saya bisa menuliskan pengalaman saya untuk media dan dapat duit".

Apapun situasinya, orang yang beruntung pokoknya untung terus. Mereka dengan cepat mampu beradaptasi dengan situasi buruk dan merubahnya menjadi keberuntungan.

Sekarang, bagaimana kita menyikapi kesimpulan Richard Wiseman? 4 faktor di atas adalah kunci untuk mendapatkan keberuntungan. Intinya adalah: memiliki rasa syukur dan selalu berpikir positif.

Dengan terus memupuk rasa syukur dan berpikir positif, hati kita menjadi 'ringan' dan hasilnya: memancarkan aura positif yang mendatangkan banyak kebaikan bagi kita.















Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Artikel Menarik lain