26/04/13

Keberuntungan ada Resep-nya..?


Joe Bertie (43) ikut berlomba di lomba maraton tertua dunia, Boston Marathon. Ia selamat tanpa cedera dari pemboman di garis finis yang terjadi Senin lalu, 15 April. Padahal ada tiga orang tewas dan lebih dari 180 orang terluka. Dua hari kemudian, ia berada lagi di dekat TKP ledakan besar di pabrik pupuk di West, Texas. Toh ia selamat lagi. Di YouTube Anda dengan mudah menemukan peristiwa keberuntungan yang aneh-aneh. Parfum legendaris Chanel No. 5 pun sukses sampai hari ini, konon karena Coco Chanel percaya angka 5 itu angka keberuntungannya.

Di sisi lain, tak sedikit orang yang sial melulu, entah dalam soal pekerjaan, jodoh, bisnis, atau apa pun. “Jadi sebenarnya keberuntungan dan kesialan itu ada?”

Untung ada psikolog Prof. Richard Wiseman dari University of Hertfordshire, Inggris. Pada tahun 1993 ia mengawali penelitian terhadap orang-orang “beruntung” dan “sial”. Penelitian yang berlangsung selama sepuluh tahun dengan objek penelitian 400 orang tersebut membawanya pada kesimpulan: keberuntungan atau kemalangan ditentukan oleh cara pikir, sikap, dan perilaku. Bukan nasib.

Orang “beruntung” pintar menciptakan dan melihat peluang sebelum mengambil keputusan yang tepat. Mereka menggunakan intuisi, membuat ramalan-ramalan positif tentang diri mereka, yang kemudian menjadi self fulfilling prophesy, dan tangguh di saat kejadian buruk menimpa. Kalau mengalami kejadian buruk, mereka akan bilang, “Untung tidak terjadi lebih buruk.”

Orang “sial” umumnya lebih tegang dan penggugup ketimbang yang “beruntung”. Padahal menurut penelitian, kegugupan mengganggu kemampuan kita dalam melihat hal-hal tak terduga. Orang “beruntung”, lantaran lebih rileks dan terbuka, lebih mampu melihat kesempatan. Tidak melulu terpaku pada yang sedang mereka cari.

Hasil penelitian ini menjelaskan pengakuan Robert Koch (1843 - 1910). Dalam Journal of Outdoor Life (1908) Robert Koch, penemu kuman antraks, kuman TBC, dan kolera dan penerima hadiah Nobel 1906 yang terkenal kegigihannya mengatakan, kesuksesannya karena “ ... saya nyasar ke jalur-jalur di mana emas masih berserakan. Memang, membutuhkan keberuntungan untuk membedakan mana emas mana bukan.” Berkat Richard Wiseman, tersedia penjelasan bagaimana keberuntungan bekerja bagi Koch dan … bagi kita semua.















Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Masa sih cuma baca2 dooang..Kasih Komen lho.....hehe...

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Artikel Menarik lain