10/03/11

88% Ibu Merasa Bersalah Kurang Waktu Bersama Anak

Jakarta - Berapa lama ibu bekerja punya waktu untuk dihabiskan bersama anak-anaknya? Berdasarkan penelitian di Inggris, 88% ibu merasa bersalah karena mereka kurang banyak memiliki waktu untuk anak-anak mereka.

Penelitian itu dibuat oleh Procter and Gamble bekerjasama dengan Social Issues Research center. Ada 1.000 ibu-ibu yang jadi responden penelitian tersebut.

88 persen ibu yang jadi responden penelitian itu mengatakan merasa bersalah karena kurang memiliki banyak waktu untuk dihabiskan bersama anak-anak mereka. Hanya saja, ibu-ibu tersebut berpikir mereka kini menghabiskan waktu lebih banyak bersama anak ketimbang ibu mereka dulu.


Ada 48 persen responden yang merasa banyak menghabiskan waktu dengan anak. Sedangkan 19 persen merasa mereka hanya punya sedikit waktu untuk anak-anak.

Dilansir Daily Mail, dari hasil penelitian itu juga terungkap, 64 persen ibu hanya punya 'me time' 26 menit setiap harinya, merasa mereka harus bekerja untuk membantu keuangan keluarga. Sedangkan 29 persen ibu merasa mereka berada dalam tekanan untuk menjadi ibu yang sempurna.

Temuan lainnya dari penelitian itu adalah, jejaring sosial dan situs parenting serta kecanggihan tekhnologi seperti Skype, adalah hal-hal yang membantu para ibu untuk mendapatkan dukungan dari sesama komunitas mereka.

"Dengan semakin bertambahnya tekanan pada ibu untuk bekerja dan jadi ibu sempurna sekaligus sebagai penambah gaji, dukungan dari sesama mereka, sangat penting," ujar Kate Fox dari Social Issues Research Center.

semoga bermanfaat....!

08/03/11

Sering Minum Es Teh..?

Amsterdam, Kemampuan berpikir biasanya berkurang ketika tubuh sedang merasa letih. Namun dengan secangkir teh, otak dijamin tetap bisa diajak berpikir keras meski tubuh dalam kondisi lelah dan tidak punya tenaga untuk beraktivitas secara fisik.

Dibandingkan kopi yang hanya mengandalkan kafein sebagai pendongkrak kebugaran, teh punya kandungan lain yakni senyawa L-theanin. Senyawa ini merupakan asam amino yang mampu meningkatkan kewaspadaan dan menjamin otak selalu terjaga dalam kondisi seletih apapun.

Cukup dengan menyeruput secangkir teh, efek L-theanin sudah bisa dirasakan selama 20 hingga 70 menit berikutnya. Konsentrasi tetap terjaga, pikiran tetap bisa diandalkan meski secara fisik tubuh sudah tidak sanggup mengerjakan aktivitas berat.

Para peneliti dari Belanda telah membuktikan hal ini melalui sebuah penelitian yang dipublikasikan baru-baru ini dalam jurnal Nutritional Neuroscience. Dalam penelitian tersebut, para ahli memakai berbagai jenis teh termasuk teh hijau dan melibatkan 44 relawan berusia kurang dari 40 tahun.

Kombinasi L-theanin dan kafein dalam secangkir teh terbukti mampu meningkatkan akurasi berhitung para relawan, serta mengurangi rasa kantuk. Efek serupa tidak dijumpai pada kelompok lain yang hanya diberi plasebo berupa minuman lain yang tidak mengandung kedua senyawa tersebut.

"Hasil penelitian kami menunjukkan bahwa kombinasi L-theanin dan kafein bisa menjaga kemampuan kognitif atau kemampuan otak untuk berpikir," tulis para peneliti dalam publikasinya seperti dikutip dari Dailymail, Minggu (27/2/2011).


Para peneliti juga mengatakan, manfaat teh tidak akan berkurang dengan penambahan sedikit susu untuk variasi penyajian. Susu tidak menghambat penyerapan flavonoid dan antioksidan maupun senyawa lain yang bermanfaat dalam secangkir teh.

Selain menjaga fungsi otak saat kelelahan, manfaat lain dari minum teh juga sudah sering dibuktikan dalam berbagai penelitian. Di antaranya mampu meningkatkan kepadatan tulang serta mengurangi risiko kanker, serangan jantung dan parkinson.


Semoga bermanfaat..


Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Artikel Menarik lain