photo anigif2.gif

30/04/13

Wanita Cenderung Lebih 'Gaul' Setelah Melahirkan


pada Sebuah penelitian di Inggris mengungkapkan, bahwa kelompok persahabatan yang terjalin oleh para wanita naik sekitar 22 persen setelah dirinya memiliki anak.


Setengah dari ibu tersebut mengatakan, kalau dirinya lebih mudah untuk menjalin sebuah ikatan dengan wanita lain setelah ia benar-benar menjadi seorang ibu. Bahkan, 16 persen mengatakan kalau kehidupan sosialnya akan jauh lebih baik setelah dikarunia seorang anak.

Hasil survei menunjukkan bahwa seorang wanita yang telah melahirkan akan lebih gaul, karena memiliki rata-rata sebanyak 13 orang teman baru.

Ditemukan sebanyak 53 persen dari ibu merasa sangat mudah untuk bergabung dan masuk bersama wanita lain. 70 persen dari ibu tersebut mengatakan itu semua terjadi karena memiliki banyak kesamaan,

Studi tersebut juga menemukan sebanyak 16 persen ibu mengatakan kehidupan sosialnya membaik setelah memiliki anak, karena dirinya memiliki begitu banyak waktu bebas untuk bertemu dengan orang-orang baru.

Kalau dilihat memang terasa dangkal, karena pertemanan yang terjalin untuk mencari kenyamanan dengan membentuk ikatan yang kuat untuk bertukar pikiran, pandangan, tips, dan berbagi pengalaman.

Berbagi pengalaman setelah melahirkan adalah topik yang paling populer. 73 persen wanita akan dengan senang hati menghibur teman-temannya yang baru saja memiliki anak, tentang bagaimana enaknya memiliki anak, dan mengurusnya.

Bahkan, sebanyak empat dari sepuluh orang ibu merasa lebih nyaman dengan sahabat barunya untuk menceritakan segala permasalahan yang ia hadapi untuk mengurusi anak-anaknya.

Seperti dikutip Dailymail, Jumat (19/4/2013), seorang juru bicara wanita untuk Natures Purest, perusahaan yang meneliti kasus ini mengatakan, "Penelitian kami menunjukkan bahwa menjadi seorang ibu dapat melakukan banyak keajaiban bagi kehidupan sosialnya. Karena dengan begitu banyak kegiatan yang akan melibatkan dirinya."

"Memiliki seorang bayi adalah pengalaman yang mengubah hidupnya. Terutama jika ia adalah seorang ibu baru. Jadi terasa sangat penting untuk memiliki teman-teman di posisi yang sama," tambahnya

mungkin juga karena makin banyak topik yang bisa dibicarakan kali ya...?





















26/04/13

Keberuntungan ada Resep-nya..?


Joe Bertie (43) ikut berlomba di lomba maraton tertua dunia, Boston Marathon. Ia selamat tanpa cedera dari pemboman di garis finis yang terjadi Senin lalu, 15 April. Padahal ada tiga orang tewas dan lebih dari 180 orang terluka. Dua hari kemudian, ia berada lagi di dekat TKP ledakan besar di pabrik pupuk di West, Texas. Toh ia selamat lagi. Di YouTube Anda dengan mudah menemukan peristiwa keberuntungan yang aneh-aneh. Parfum legendaris Chanel No. 5 pun sukses sampai hari ini, konon karena Coco Chanel percaya angka 5 itu angka keberuntungannya.

Di sisi lain, tak sedikit orang yang sial melulu, entah dalam soal pekerjaan, jodoh, bisnis, atau apa pun. “Jadi sebenarnya keberuntungan dan kesialan itu ada?”

Untung ada psikolog Prof. Richard Wiseman dari University of Hertfordshire, Inggris. Pada tahun 1993 ia mengawali penelitian terhadap orang-orang “beruntung” dan “sial”. Penelitian yang berlangsung selama sepuluh tahun dengan objek penelitian 400 orang tersebut membawanya pada kesimpulan: keberuntungan atau kemalangan ditentukan oleh cara pikir, sikap, dan perilaku. Bukan nasib.

Orang “beruntung” pintar menciptakan dan melihat peluang sebelum mengambil keputusan yang tepat. Mereka menggunakan intuisi, membuat ramalan-ramalan positif tentang diri mereka, yang kemudian menjadi self fulfilling prophesy, dan tangguh di saat kejadian buruk menimpa. Kalau mengalami kejadian buruk, mereka akan bilang, “Untung tidak terjadi lebih buruk.”

Orang “sial” umumnya lebih tegang dan penggugup ketimbang yang “beruntung”. Padahal menurut penelitian, kegugupan mengganggu kemampuan kita dalam melihat hal-hal tak terduga. Orang “beruntung”, lantaran lebih rileks dan terbuka, lebih mampu melihat kesempatan. Tidak melulu terpaku pada yang sedang mereka cari.

Hasil penelitian ini menjelaskan pengakuan Robert Koch (1843 - 1910). Dalam Journal of Outdoor Life (1908) Robert Koch, penemu kuman antraks, kuman TBC, dan kolera dan penerima hadiah Nobel 1906 yang terkenal kegigihannya mengatakan, kesuksesannya karena “ ... saya nyasar ke jalur-jalur di mana emas masih berserakan. Memang, membutuhkan keberuntungan untuk membedakan mana emas mana bukan.” Berkat Richard Wiseman, tersedia penjelasan bagaimana keberuntungan bekerja bagi Koch dan … bagi kita semua.















Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Artikel Menarik lain