photo anigif2.gif

30/12/11

Pria Buncit Lebih Kuat 'Bercinta'


Banyak wanita mendambakan pasangan berpostur tubuh sempurna dengan perut six pack. Tapi, jangan berkecil hati jika pasangan ternyata berperut buncit.

Sebuah studi baru-baru ini di Turki mengungkap, pria dengan kelebihan lemak di bagian perut ternyata mampu melakukan hubungan seks lebih lama dibanding pria berperut rata.

Seperti dikutip dari laman YourTango, para peneliti mempelajari hubungan antara indeks massa tubuh tinggi dan kinerja seksual dari 100 orang dengan masalah disfungsi seksual. Hasilnya kemudian dibandingkan dengan 100 orang tanpa masalah disfungsi seksual.

Hasilnya, pria dengan berat tubuh berlebih yang mayoritas berperut buncit memiliki 'nyali' lebih tinggi dan memiliki daya tahan lebih baik saat berhubungan seksual. Mereka dengan kondisi tubuh gemuk rata-rata bisa bertahan 7,3 menit saat berhubungan seks. Sedangkan pria dengan kondisi perut rata hanya sekitar 2 menit.

Perbedaan lima menit ini cukup signifikan. Pada kenyataannya, mereka menemukan orang kurus lebih mungkin untuk menderita ejakulasi dini.

Para ilmuwan mengatakan bahwa lemak di perut bisa menghasilkan lebih banyak estradiol hormon seks wanita, yang membantu untuk menghambat orgasme. Pada awalnya penelitian itu mungkin tampak berlawanan dengan pemahaman umum selama ini

29/12/11

Pilihan Pereda Stres...


Penelitian menunjukkan bahwa rasa khawatir dan stres yang berkepanjangan dapat berdampak negatif bagi kesehatan Anda. University of Rochester School of Medicine menemukan bahwa orang dengan jabatan pekerjaan yang tinggi, memiliki indeks masa tubuh (BMI) yang juga tinggi.

Selain itu, penelitian yang dilakukan oleh Tel Aviv University di Israel menunjukkan bahwa karyawan yang mengalami tingkat stres tinggi, 1,8 kali lebih mungkin terkena diabetes tipe 2. Lalu penelitian dari University of California di San Francisco menjelaskan, stres dapat memicu hormon yang bisa menyebabkan gangguan kulit seperti psoriasis dan eksim.

Jika stres melanda, tenangkanlah pikiran dan diamkan diri sesaat. Selanjutnya, ikutilah tips yang dilansir myhealthnewsdaily ini agar Anda bisa terbebas dari stres dan beban pikiran.

1. Jangan Mengeluh
Jika Anda pikir mengeluh itu merupakan cara baik untuk melampiaskan stres, Anda salah. Sebuah penelitian yang dilakukan oleh University of Kent di Inggris menemukan bahwa mengeluh kepada orang lain hanya akan membuat orang merasa semakin buruk. Para peserta penelitian menjadi lebih tidak puas dengan keadaannya, daripada saat mereka belum mengeluh dan curhat.

"Mengeluh bukan strategi yang efektif untuk mengatasi stres sehari-hari, apakah mereka memiliki kecenderungan perfeksionis atau tidak. Penelitian menunjukkan bahwa mengeluh malah membuat kadar stres meningkat ketimbang berkurang," ujar psikolog Brad J. Bushman, pengajar di Ohio State University.

2. Lebih Banyak Tidur
Menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC), memiliki waktu tidur yang lebih banyak tidak hanya membuat penampilan menjadi segar, namun juga meningkatkan kesehatan dan mengurangi stres. Penelitian dari Clayton Sleep Institute menunjukkan bahwa orang dengan tingkat stres kronis dilaporkan memiliki durasi tidur yang lebih pendek serta kualitas yang buruk.

Selain itu, peneliti juga menemukan bahwa orang yang waktu tidurnya kurang, lebih mungkin mengalami stres. Untuk mendapatkan waktu tidur yang cukup, para pakar kesehatan menyarankan agar Anda makan 2-3 jam sebelum tidur, menghentikan konsumsi kafein dan rokok minimal 8 jam sebelum tidur, serta merencanakan jadwal tidur dalam aktivitas harian.

3. Banyak Gerak
Olahraga merupakan cara mengatasi stres yang paling baik, karena dapat mengurangi kortisol --hormon yang dilepaskan oleh kelenjar adrenal ketika sedang stres. Kadar kortisol yang tinggi, nantinya bisa merusak organ. Oleh karena itu CDC merekomendasikan orang yang sedang stres untuk melakukan kegiatan penguatan otot besar seperti otot pada kaki, pinggul, punggung, perut, dada dan lengan. Lakukan latihan ini minimal 2 jam, dua hari dalam seminggu.

4. Tertawa
Sebuah penelitian yang dilakukan di Loma Linda University pada 2001 menemukan bahwa orang yang melihat video lucu mengalami penurunan hormon stres, kortisol dan epinefrin. Mereka juga dikatakan telah mengalami peningkatan endorfin, zat yang dapat meningkatkan mood dan sistem kekebalan tubuh.

Tertawa tidak hanya membantu atasi stres saja, tertawa juga dapat mengatasi rasa sakit pada fisik seseorang. "Tertawa itu memang secara fisik melelahkan dan apapun yang membuat tubuh terkuras secara fisik memicu keluarnya endorphin, yang memang respon natural tubuh untuk mengontrol rasa sakit," ujar Professor Dunbar dari Universitas Oxford.
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Artikel Menarik lain